Showing posts with label Berkisah. Show all posts
Showing posts with label Berkisah. Show all posts

Wednesday, 27 December 2017

Mudik LEBARAN Banjaratma Brebes



Keluarga Tamun

Lebaran 2017 menjadi sangat berkesan, betapa tidak kami sekeluarga berencana pulkam, mudik lebaran menjadi sangat wajib bagi kami yang merantau di kota, Bandung menjadi kota yang kami diami selama merantau, walau terkadang acara mudi menjadi sangat melelahkan, apa lagi jalanan menjadi macet, sesak kendaraan yang sama-sama ingin merayakan hari raya di kampong halaman.

Wednesday, 22 July 2015

Mudik ke Kampung Halam


Pasar Banjaratma
BANJARATMA BREBES. Tahun ini perjalanan sunguh nyaman, dengan liburnya anak sekolah jalanan sangat lenggang. Kecepatan kendaraan lancar dengan kecepatan yang cukup untuk memacu motorku. Bandung Brebes di tempuh hanya 6 jam dengan istirahat rata-rata 15 menit, dan dilakukan hampir 5 kali istirahat untuk memulihkan tubuh agar segar kembali dan menghilangkan rasa kantuk.

Sunday, 28 June 2015

Bercengkrama Bersama Putriku


Awal Ramadhan 1436 H. yang mengagumkan, putri pertamaku mulai belajar berpuasa untuk yang pertamakali saat usianya menginjak 8 tahun naik kelas 2 SD dengan nilai yang sangat memuaskan rengking 2 dia pertahankan selama 2 semester. Belajar puasa awalnya saya sangat khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan sakit atau kelelahan dan kehausan disaat siang nanti. Tapi entah kenapa 5 hari berlalu tanpa ada keluhan apapun lancar aku pun sangat senang karenan perkembangannya sesuai harapan.

Kebetulan sedang masa libur kenaikan kelas buku yang ada dirak sedikit demi sedikit dilahapnya, Alhamdulillah berkat Allah Swt. Yang telah memberikan kemudahan dalam mendapatkan buku murah di tempat saya bekerja, pas waktunya dimana buku sebelumnya sudah selesai dibacanya, dan aku tidak harus berteriak terik memaksa anak untuk membaca.

Anaku makin kritis bertanya yang terkadang tidak aku tahu, dan terkadang aku mati kutu di buatnya. Seperti di suatu hari dia menanyakan batu akik yang ada di tanganku yang sedang aku gosok, tiba-tiba dia mendekatdan anaku bertanya “Batu apa itu Bi?” “masa tidak tahu batu apa ini” jawab ku dan dia menjawab “memang anak yang baru lagir langsung tahu gitu”. Kek. Saya terdiam sambil berpikir dari mana anak ku punya jawaban seperti itu sambil tersenyum. Dan aku pun memeluknya.

Rasa sayangku makin kuat terhadap anak-anaku, seringkali bergaya lucu seperti halnya anak-anak lain seusianya. Ramadhan kali ini aku semakin semangat karena putri pertamaku semangat pula dalam ibadah, solat teraweh yang menbuat aku kagum dia tidak merasa lelah disaat sela-sela selesai rakaat aku menantpnya dia pun tersenyum seakan menunjukan semangtnya. Dalam hati aku bersyukur terimakasih ya Allah. Engkau berikan kami putri yang saleha dan cerdas.


http://tioa55.blogspot.co.id/
Raya dan Kalila


Ramadhan penuh berkah putriku Raya Alifah Setia, saatnya belajar memanfaatkan waktu dari bangun hingga tidur, bermain, bacabuku, salat berjamaah kami selalu dirumah walau terkadang sikecil adiknya Kalila Dui Pratiwi. Selalu usil tapi kakak selalu semangat. Semoga kelak kalian menjadi orang yang berilmu, cerdar, kreatif, saleha dan berakhlak mulia. Satulagi selalu beruntung. Ammin

Monday, 17 March 2014

Kolam Kecil Teras di Rumah

TAMAN KECIL DEPAN RUMAH menjadi pelengkap dan suasana yang berbeda bagi pemilik rumah tinggal sederhana, dan mejadi keharusan memiliki taman, walau pun berukuran sangat kecil tetapi akan menjadi berkesan sangat nyaman serta menyaring udara yang berterbangan bersama debu jalan, menjadi serapan air tanah, menjadi peyejuk dan penghasil oksigen bagi penghuninya, manfaat lebih yang bisa kita rasakan bila adanya taman di setiap halamn rumah.

http://tioa55.blogspot.co.id
Taman Kecil Kolam Ikan
Taman teras rumah dibuat senyaman mungkin, dengan tanaman yang apa adanya dan kolam dengan bentuk sebisanya yang penting nyaman buat penghuninya.

Kolam Kecil dan Ikan keci, pagi itu sarapan ditemani penghuni kolam depan rumah, bareng ikan kesayangan setelah tiga burung kesayangan kenyang, dengan jangkrik dan serangga kesukaan, waktu takterasa matahari mulai menempel di dedaunan pohon cemara, merata siang, motor ku cukup panas setelah kunyalakan beberapa menit  siap diajak lari kenceng, bersama senyum manis ke 3 bidadari ku tulus membawa aku semangat di perjalanan menuju Babakan sari 71. Kiara Condong.

Kolam kecil yang kubuat 3 bulan lalu jadi persingahan melepas lelah dari penatnya kota Bandung yang kian hari kian padat, semua cela padat kendaraan, kolam kecil dengan ikan kecil rasanya nyaman duduk di sebelah kolam, disaat malam larut tiba dan mata tak mau berkompromi dengan malam, istirahat yang ku harapkan tak kunjung mendekat. 

Kolam kecil teman setiaku tempat dimana hati dan fikiran berdialog, menatap ikan koi kecil mengalihkan kesunyian malam menjadi terjaga, tenang  malam menjelang larut pikiran berkelana tak bertepi habis tanpa solusi, melepas kaku dihati.

http://tioa55.blogspot.co.id
Taman dan Kolam Ikan Kecil

Kucoba alihkan meninggalkan kolam dan keluar rumah berharap mata ini mau diajak lelap bersama istirahatku, malam itu masih juga belum ngantuk, angin terhenti di malam itu sepi sambil melangkah menuju sesuatu yang sering ku lakukan tiap malam. 

Kucoba berkeliling, rumah-rumah di lingkunganku tertidur dingin, Kompleks terpencil disisi citarum. Aku lama di sini rasanya betah banyak sahabat yang selalu menghibur saat BTN nagih setoran bulanan. Hehehe .... Ku cek lagi portal-portal di setiap pintu masuk Kompleks memastikan terkunci berharap malam ini aman. 

Tiba-tiba ayam berkokok, aku panik akan esok di tempat kerja, esok pagi dipastikan kantuk berat, bergegas pulang subuhpun tiba.
Lama kulalui di kolam kecil dimalam itu, inspirasi, keinginan seringkali kutemukan di sini, harapan tempat berpikir dan merenung, taman kecil yang tidak terlalu bagus tapi nyaman. Aku senang apa yang aku dapatkan selama ini puji syukur dan rasa terimakasih besar selalu aku panjatkan ke pada Allah SWT. 

Bandung, 2014

Wednesday, 19 February 2014

Mancing di Sungai Kecil


https://tioa55.blogspot.co.id
Ikan Bakar

MANCING MANIA, pagi hari sahabatku menelepon menggabarkan bahwa pagi ini cuaca cukup cerah dia mengajaku untuk bergabung sore nanti mancing ikan di ploen (sungai kecil). Ingatan ku kembali ke masa silam dimana keseharian ku di kampung sangatlah mengasyikan, ingatan yang sekian lama terlupakan akan keindahan kampung halaman, ikan bakar dan belut bakar adalah santapan ku di saat itu. Rasa kangenku semakin menjadi  rasanya ingin pulang tapi kerjaanku masih banyak aku berpikir mungkin suatu saat aku akan ambil cuti dan waktunya cukup untuk istirahat.

Mancing bersama sahabatku di ploen dan sesekali menyambangi sawah yang terkena banjir saat luapan air hujan di sungai, lumpur dan tanah liat adalah sahabat setia dikala bermain disawah, orang tuaku tidak punya sawah tapi saya bahagia bermain disawah bersama teman sebayaku. 
Usai musim hujan ini adalah waktunya mencari jangkrik untuk menjadi mainan faforitku dirumah disaat malam hari teman dalam sunyi angin yang menerpa rimbunnya rumpun bamboo depan rumah dan alunan suara jakrik yang menderik cukup buatku teman setia kala tidur diatas sehelai tikar, cukup bagi ku kala itu waktu kecil.

Ikan lele, belut dan ikan kali lainya yang terkadang melimpah dikala air di ploen itu surut, pancing beserta umpan cacing dan kaleng bekas cat tembok untuk wadah ikan, sambil berjalan bersama teman-teman bersenda gurao menyusuri plowen kecil dengan seksama menggamati pingiran ploen yang airnya menyusut saat-saat itulah pengamatan yang sangat serius berharap ada lubang atau liang belut yang nampak dalam lumpur dan andai menemukannya rasa bahagia berharap ada sesuatu didalamnya yang pasti belut besar yang menghuninya.

Matahari mulai pulang kebarat tengelam dengan pelan seakan engan untuk berpisah, saya rasa kaleng  menjadi berat, saya rasa ini sudah cukup belut yang kita dapat. Kita bergegas untuk menyudahi petualangan ini dan sambil menungu sore kami bersama mengumpulkan ranting kering dan kayu bakar untuk membuat perapian acara bakar belut segera di mulai, ternyata bukan hanya belut teman ku yang lain mendapatkan ikan lele dan ikan-ikan kali yang lainnya. Pastinya jadi sangat seru karena hasil mancing saat itu cukup untuk mengisi perut  kita semua.

Saat yang sangat indah, bahagia dan damai bersama teman-teman di sekeliling seakan engan untuk mengakhiri waktu itu, bercanda dan bersendagurau sambil menikmati belut dan lele bakar hu yummy rasanya saat itu nikmat banget. Waktu berlalu kita akhirnya di usir oleh kegelapan petang datang saat magribpun tiba. 



https://tioa55.blogspot.co.id
 Ikan Betik/ betok

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id
 Ikan wader

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id


Sumber foto
http://baledu.blogspot.com
http://menotimika.com
http://renjersungai.blogspot.com
http://www.sungaikuantan.com
http://arjunapopkorn.blogspot.com
http://novenrique.blogspot.com
http://kolambuatan.blogspot.com
http://wisata.kompasiana.com

Sunday, 15 December 2013

Musim Hujan Telah Tiba

http://tioa55.blogspot.co.id/
Setiap saat teringat masa silam di waktu kecil tak luput dari ingatan, setiap sudut desaku petunjungan brebes rasanya sudah lama sekali aku takpernah pulang, ingat sahabat-sahabat, ingat sama lingkungan yang senantiasa mengisi waktu kecilku bermain di sawah, ladang, sungai dimana mandi setiap habis bermain di siang hari untuk mnyejukan badan dari sengatan matahari yang terik, kebun bambu dimana aku sering sekali mencari kayu bakar dari ranting ranting kering naik sampai ujung pohon, dari bambu satu kebambu yang lain, dari satu rumpun besar itu sambil bercengrama riang.


Terkadang menemui ular yang sedang tidur di atas pohon bambu, ular koros di desaku nama ular yang suka naik pohon ular tersebut tidak berbahaya tapi tentu saja menakutkan, terkadang dikala musim tanam padi tiba sungai kecil sebagai sasaran hiburan sore hari, mancing belut istilahnya ngurek di daerah pasundan mah, sangat mengasikkan sampai lupa waktu, hari menjelang gelap kami masih asyik di pingir sungai, sambil mengumpulkan ranting kayu kering untuk membakar belut yang kami dapatkan dari memancing tadi.


Sasak istilah di desaku tempat paling indah saat itu, diman aku bermain pada siang hari sampai sore hari, setelah pulang sekolah, apalagi dahulu masih ada kereta uap penarik tebu dari hasil panen untuk di olah menjadi gula saat itu pabrik gula PG Banjaratma masih ada. Saat itu suasana di sawah ramai, hingga malam hari walau gelap gulita tapi tetap asyik. Makan tebu sepuasnya, sasak itu sebagai ajang rekreasi desa masyarakat sekitar saat itu. Teman sebaya kami cukup banyak, sehingga sangat seru apa bila kami berkumpul dan madi disungai hingga bisa berjam-jam, sampai lupa waktu.


Andai musim kemarau tiba itulah saatnya di desaku semua menanam bawang, bawang merah disinilah tempatnya, petani cenderung menanam bawang hampir semua bidang persawahan di penjuru pertanian di Brebes adalah pertanian bawang merah.


Dari masa tanam hingga panen butuh 60 hari, bawang merah dapat di panen, saat itu juga pada malam harinya sawah diramaikan para penunggu hasil panennya, agat tidak di curi orang, sekalian penjemuran, sampai kering dan batas waktu yang telah di tentukan, barulah bawang itu dapat di bawa pulang atau di jual kepara tengkulak, karena bawang kering dengan basah sehabis dipanen itu sanggat menentukan harga Jual, dan seandainya di bawa kerumah biasanya untuk bibit sandiri atau dijual, sedangkan bawang bibit harganya jauh lebih tinggi.


http://tioa55.blogspot.co.id/
Panen Bawang Merah



Saat kemarau berakhir, musim hujan saat itu musim yang sangat sulit buat kami karena bermain sangatlah terbatas, tidak sebebas musim kemarau, musim hujan sungai besar dan kecil penuh dengan air hujan setelah sebulan berlalu , saatnya memancing ikan setelah pulang sekolah, sekolah ku cukup jauh kurang lebih tiga kilometer perjalanan ke desa sebelah di mana  sekolah SD Banjaratma 1 Kabupaten Brebes itu aku belajar.



Tidur siang bagi ku sangat lah rugi saat masa kecilku dulu, sawah dan ladang, sungai adalah sahabatku jadi hampir setiap hari kami bermaen, mandi disungai yang airnya penuh, setelah puas disungai kami bergegas pergi ke lapangan sepak bola walau saat itu badan kami basah kuyup diguyur air hujan yang turun deras saat itu, sesampainya dilapang ternyata kami tidak sendiri sudah banyak teman-teman yang lain menungu dari berbagai blok desa, karena satu desa hanya punya satu lapangan sepak bola, dan sangat luas kami bersatu membentuk kelompok time dan kami bermain, walau pada saat itu hujan sangat deras lama sekali dan hujan pun takunjung reda, kami tidak pedulikan hujan dan tubuh ini semakin mengigil.


Suara petir sangan keras mengelegar saling bersautan, kami hanya menganggap sebagai hiburan biasa, sesekali petir itu muncul kami hanya tiarap, semua dan setelah petir itu berlalu langsung maen lagi, sangat seru sekalih dan mungkin takan kami temukan lagi masa-masa kecil dulu pada anak sekarang, setelah kelelahan kami pun pulang dengan badan basah kuyup lemas lunglai berjalanpun sambil mengigil kedinginan, kegiatan bermain ini bukan sekali dua kali tapi hampir setiap hari pada musim hujan tiba, seru rasanya.


Sampailah dirumah mandi rasanya segar sekali sampai tubuh ini terus mengiggil dan duduk di depan perapian menunggu ibu memasak, saat itu masih memakai kayu bakar yang saya kumpulkan dari hasil pencarianku disaat waktu sengang, dan ibuku memilah yang basah dan yang kering, kayu itu lah yang nantinya buat masak sehari-hari, saat-saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Langsung aku ketiduran di atas tikar depan tungku perapian sampai pulas, harum aroma masakan ema sangat mengoda hingga perut rasanya melilit lapar, selesai memasak ema membangunkan ku, kami makan bersama-sama.


Sampai saat sekarang aroma masakan emaku takan kulupakan haaa… luar biasa, rasa laparku terbayar sudah makan dengan lahap, menu sederhana Sayur asam, sambal, ikan asin layur, nasi liwet, nikmat banget.

Sunday, 28 October 2012

Bemain Bersam Tetangga BSI 1



Bulan-bulan yang melelahkan hampir setiap hari kerja pulang larut malam, karena semua harus dikerjakan dan cepat, selesai pada waktunya, Bandung jarang hujan udara malam sangat lembab, sesampai dirumah aku mulai jarang dapat senyum putriku lagi, mereka sudah terlelap, udara sangat panas dalam rumah, sudah biasa diluar udara adem dan semilir angin malam mengoyang pucuk cemara, dan bergegas untuk mengontrol portal yang sering kali terbuka, warga yang lupa untuk menutup kembali  portal dilingkungan rumah, keamanan lingkungan terkendali, malam semakin larut segera bergegas masuk rumah embun muali turun dingin menyelimuti.

kesulitan menjadi seorang yang di amanati sebuah tugas yang aku sendiri belum pernah merasakan betapa sulitnya hidup didalam masyarakat Kompleks.

Sering kali aku kurang memahami betapa beraneka ragam suku, agama, karakteristik manusia sifat dan keinginan yang  setiap individu manjadi seolah penting, dari semua itu muncullah sebuah kesaman dan perbedaan yang sering kali menjadi bahan diskusi, dari setiap pertemuan warga yang setip kali berkumpul  pada akhir pekan.

Jadwal ronda malam minggu sebuah momen penting warga masyarakat jam. 09.30 pada awalnya berkumpul di pos ronda semua bebas bicara tawa canda terkadang serentak pecah memecah keheningan malam menjelang larut mulai ide-ide bagus mulai bermunculan dan menjadi sepi  sebagian warga tertidur pulas setelah panjang lebar mengobrol beralaskan tikar didalam pos kamling. 

Selama menjalankan tugas sering kali mengalami hal-hal yang menjadikan ku dipaksa menyelesaikan masalah-masalah yang saya sendiri belum pernah mengalami dari masalah keluarga, warga baru yang tidak melapor, kehilangan, tempat bisnis yang bermasalah, pertengkaran, perselingkuhan, perkelahian, perbedaan faham agama, keamanan, warga yang arogan, dan lain-lain semuanya luar biasa menyedot semua energiku terkadang lelah untuk menjalani semuanya.
Kebersamaan yang menyenangkan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah dan solokan kotor penuh dengan sampah tempat bersarangnya nyamuk semuanya dibersihkan, dan sebagian warga menanam pohon sukun penghijauan di pasling dan di setiap sisi jalan gerobak jahuh-jauh hari  telah di buat dan siapkan untuk mengangkut sampah, warga semua tumpah ruah bergotongroyong  tak kalah sibuknya ibu-ibu sibuk mempersiapkan dan memasak bersama.   

Matahari mulai terik waktunya makan telah tiba, pekerjaan selesai  masing-masing bergegas membersihkan diri dan istirahat melepas lelah, sambil menungu hidangan yang disiapkan oleh ibu-ibu, rasanya nikmat sekalih dengan lauk pauk alakadarnya tapi terasa nikmat sekalih, ikan asin, tahu tempe, jengkol, pete, ikan goring dan tak kalah nikmat sambalnya seha … mantap.

Kejadian seperti ini sudah seharusnya kita jaga bersama agar rasa persaudaraan semakin erat diantara masyarakat, yang sekarang ini mulai di tingalkan dan menjadi manusia modern yang matrialistis individu yang tidak peka dan hilangnya rasa kasih sayang  terhadap sesama dan lingkunagan dimana kita tinggal sekarang.































 



Popular Posts

Recent Posts

Sample Text