Monday, 8 June 2015
Monday, 17 March 2014
Kolam Kecil Teras di Rumah
TAMAN KECIL DEPAN RUMAH menjadi pelengkap dan suasana yang berbeda bagi pemilik rumah tinggal sederhana, dan mejadi keharusan memiliki taman, walau pun berukuran sangat kecil tetapi akan menjadi berkesan sangat nyaman serta menyaring udara yang berterbangan bersama debu jalan, menjadi serapan air tanah, menjadi peyejuk dan penghasil oksigen bagi penghuninya, manfaat lebih yang bisa kita rasakan bila adanya taman di setiap halamn rumah.
| Taman Kecil Kolam Ikan |
Kolam Kecil dan Ikan keci, pagi itu sarapan ditemani penghuni kolam depan rumah, bareng ikan kesayangan setelah
tiga burung kesayangan kenyang, dengan jangkrik dan serangga kesukaan, waktu
takterasa matahari mulai menempel di dedaunan pohon cemara, merata siang, motor
ku cukup panas setelah kunyalakan beberapa menit siap diajak lari kenceng, bersama senyum manis ke 3
bidadari ku tulus membawa aku semangat di perjalanan menuju Babakan sari 71. Kiara Condong.
Kolam kecil yang kubuat 3 bulan lalu jadi persingahan
melepas lelah dari penatnya kota Bandung yang kian hari kian padat, semua cela padat
kendaraan, kolam kecil dengan ikan kecil rasanya nyaman duduk di sebelah kolam,
disaat malam larut tiba dan mata tak mau berkompromi dengan malam, istirahat
yang ku harapkan tak kunjung mendekat.
Kolam kecil teman setiaku tempat dimana hati dan fikiran berdialog, menatap ikan koi kecil mengalihkan kesunyian malam menjadi terjaga, tenang malam menjelang larut pikiran berkelana tak bertepi habis tanpa solusi, melepas kaku dihati.
Kolam kecil teman setiaku tempat dimana hati dan fikiran berdialog, menatap ikan koi kecil mengalihkan kesunyian malam menjadi terjaga, tenang malam menjelang larut pikiran berkelana tak bertepi habis tanpa solusi, melepas kaku dihati.
![]() |
| Taman dan Kolam Ikan Kecil |
Kucoba alihkan meninggalkan kolam dan keluar rumah berharap
mata ini mau diajak lelap bersama istirahatku, malam itu masih juga belum ngantuk, angin terhenti di malam itu
sepi sambil melangkah menuju sesuatu yang sering ku lakukan tiap malam.
Kucoba berkeliling, rumah-rumah di lingkunganku tertidur dingin, Kompleks terpencil disisi citarum. Aku lama di sini rasanya betah banyak sahabat yang selalu menghibur saat BTN nagih setoran bulanan. Hehehe .... Ku cek lagi portal-portal di setiap pintu masuk Kompleks memastikan terkunci berharap malam ini aman.
Tiba-tiba ayam berkokok, aku panik akan esok di tempat kerja, esok pagi dipastikan kantuk berat, bergegas pulang subuhpun tiba.
Kucoba berkeliling, rumah-rumah di lingkunganku tertidur dingin, Kompleks terpencil disisi citarum. Aku lama di sini rasanya betah banyak sahabat yang selalu menghibur saat BTN nagih setoran bulanan. Hehehe .... Ku cek lagi portal-portal di setiap pintu masuk Kompleks memastikan terkunci berharap malam ini aman.
Tiba-tiba ayam berkokok, aku panik akan esok di tempat kerja, esok pagi dipastikan kantuk berat, bergegas pulang subuhpun tiba.
Lama kulalui di kolam kecil dimalam itu, inspirasi,
keinginan seringkali kutemukan di sini, harapan tempat berpikir dan merenung,
taman kecil yang tidak terlalu bagus tapi nyaman. Aku senang apa yang aku
dapatkan selama ini puji syukur dan rasa terimakasih besar selalu aku panjatkan ke pada Allah SWT.
Bandung, 2014
Wednesday, 19 February 2014
Mancing di Sungai Kecil
| Ikan Bakar |
MANCING MANIA, pagi hari sahabatku menelepon menggabarkan bahwa pagi ini cuaca cukup cerah dia mengajaku untuk bergabung sore nanti mancing ikan di ploen (sungai kecil). Ingatan ku kembali ke masa silam dimana keseharian ku di kampung sangatlah mengasyikan, ingatan yang sekian lama terlupakan akan keindahan kampung halaman, ikan bakar dan belut bakar adalah santapan ku di saat itu. Rasa kangenku semakin menjadi rasanya ingin pulang tapi kerjaanku masih banyak aku berpikir mungkin suatu saat aku akan ambil cuti dan waktunya cukup untuk istirahat.
Mancing bersama sahabatku di ploen dan sesekali menyambangi sawah
yang terkena banjir saat luapan air hujan di sungai, lumpur dan tanah liat
adalah sahabat setia dikala bermain disawah, orang tuaku tidak punya sawah tapi
saya bahagia bermain disawah bersama teman sebayaku.
Usai musim hujan ini adalah waktunya mencari jangkrik untuk
menjadi mainan faforitku dirumah disaat malam hari teman dalam sunyi angin yang
menerpa rimbunnya rumpun bamboo depan rumah dan alunan suara jakrik yang
menderik cukup buatku teman setia kala tidur diatas sehelai tikar, cukup bagi
ku kala itu waktu kecil.
Ikan lele, belut dan
ikan kali lainya yang terkadang melimpah dikala air di ploen itu surut, pancing
beserta umpan cacing dan kaleng bekas cat tembok untuk wadah ikan, sambil
berjalan bersama teman-teman bersenda gurao menyusuri plowen kecil dengan
seksama menggamati pingiran ploen yang airnya menyusut saat-saat itulah
pengamatan yang sangat serius berharap ada lubang atau liang belut yang nampak dalam
lumpur dan andai menemukannya rasa bahagia berharap ada sesuatu didalamnya yang
pasti belut besar yang menghuninya.
Matahari mulai pulang kebarat tengelam dengan pelan seakan
engan untuk berpisah, saya rasa kaleng menjadi berat, saya rasa ini sudah cukup belut
yang kita dapat. Kita bergegas untuk menyudahi petualangan ini dan sambil
menungu sore kami bersama mengumpulkan ranting kering dan kayu bakar untuk
membuat perapian acara bakar belut segera di mulai, ternyata bukan hanya belut
teman ku yang lain mendapatkan ikan lele dan ikan-ikan kali yang lainnya. Pastinya
jadi sangat seru karena hasil mancing saat itu cukup untuk mengisi perut kita semua.
Saat yang sangat indah, bahagia dan damai bersama
teman-teman di sekeliling seakan engan untuk mengakhiri waktu itu, bercanda dan
bersendagurau sambil menikmati belut dan lele bakar hu yummy rasanya saat itu
nikmat banget. Waktu berlalu kita akhirnya di usir oleh kegelapan petang datang
saat magribpun tiba.
Ikan Betik/ betok
Ikan wader
http://baledu.blogspot.com
http://menotimika.com
http://renjersungai.blogspot.com
http://www.sungaikuantan.com
http://arjunapopkorn.blogspot.com
http://novenrique.blogspot.com
http://kolambuatan.blogspot.com
http://wisata.kompasiana.com
Sunday, 15 December 2013
Musim Hujan Telah Tiba
Setiap
saat teringat masa silam di waktu kecil tak luput dari ingatan, setiap sudut
desaku petunjungan brebes rasanya sudah lama sekali aku takpernah pulang, ingat
sahabat-sahabat, ingat sama lingkungan yang senantiasa mengisi waktu kecilku
bermain di sawah, ladang, sungai dimana mandi setiap habis bermain di siang
hari untuk mnyejukan badan dari sengatan matahari yang terik, kebun bambu
dimana aku sering sekali mencari kayu bakar dari ranting ranting kering naik
sampai ujung pohon, dari bambu satu kebambu yang lain, dari satu rumpun besar
itu sambil bercengrama riang.
Terkadang
menemui ular yang sedang tidur di atas pohon bambu, ular koros di desaku nama
ular yang suka naik pohon ular tersebut tidak berbahaya tapi tentu saja
menakutkan, terkadang dikala musim tanam padi tiba sungai kecil sebagai sasaran
hiburan sore hari, mancing belut istilahnya ngurek di daerah pasundan mah,
sangat mengasikkan sampai lupa waktu, hari menjelang gelap kami masih asyik di
pingir sungai, sambil mengumpulkan ranting kayu kering untuk membakar belut
yang kami dapatkan dari memancing tadi.
Sasak
istilah di desaku tempat paling indah saat itu, diman aku bermain pada siang
hari sampai sore hari, setelah pulang sekolah, apalagi dahulu masih ada kereta
uap penarik tebu dari hasil panen untuk di olah menjadi gula saat itu pabrik
gula PG Banjaratma masih ada. Saat itu suasana di sawah ramai, hingga malam
hari walau gelap gulita tapi tetap asyik. Makan tebu sepuasnya, sasak itu
sebagai ajang rekreasi desa masyarakat sekitar saat itu. Teman sebaya kami
cukup banyak, sehingga sangat seru apa bila kami berkumpul dan madi disungai
hingga bisa berjam-jam, sampai lupa waktu.
Andai
musim kemarau tiba itulah saatnya di desaku semua menanam bawang, bawang merah
disinilah tempatnya, petani cenderung menanam bawang hampir semua bidang
persawahan di penjuru pertanian di Brebes adalah pertanian bawang merah.
Dari
masa tanam hingga panen butuh 60 hari, bawang merah dapat di panen, saat itu
juga pada malam harinya sawah diramaikan para penunggu hasil panennya, agat
tidak di curi orang, sekalian penjemuran, sampai kering dan batas waktu yang
telah di tentukan, barulah bawang itu dapat di bawa pulang atau di jual kepara
tengkulak, karena bawang kering dengan basah sehabis dipanen itu sanggat
menentukan harga Jual, dan seandainya di bawa kerumah biasanya untuk bibit
sandiri atau dijual, sedangkan bawang bibit harganya jauh lebih tinggi.
![]() |
| Panen Bawang Merah |
Saat
kemarau berakhir, musim hujan saat itu musim yang sangat sulit buat kami karena
bermain sangatlah terbatas, tidak sebebas musim kemarau, musim hujan sungai
besar dan kecil penuh dengan air hujan setelah sebulan berlalu , saatnya
memancing ikan setelah pulang sekolah, sekolah ku cukup jauh kurang lebih tiga
kilometer perjalanan ke desa sebelah di mana sekolah SD Banjaratma 1 Kabupaten Brebes itu aku belajar.
Tidur
siang bagi ku sangat lah rugi saat masa kecilku dulu, sawah dan ladang, sungai
adalah sahabatku jadi hampir setiap hari kami bermaen, mandi disungai yang
airnya penuh, setelah puas disungai kami bergegas pergi ke lapangan sepak bola
walau saat itu badan kami basah kuyup diguyur air hujan yang turun deras saat
itu, sesampainya dilapang ternyata kami tidak sendiri sudah banyak teman-teman
yang lain menungu dari berbagai blok desa, karena satu desa hanya punya satu
lapangan sepak bola, dan sangat luas kami bersatu membentuk kelompok time dan
kami bermain, walau pada saat itu hujan sangat deras lama sekali dan hujan pun
takunjung reda, kami tidak pedulikan hujan dan tubuh ini semakin mengigil.
Suara
petir sangan keras mengelegar saling bersautan, kami hanya menganggap sebagai
hiburan biasa, sesekali petir itu muncul kami hanya tiarap, semua dan setelah
petir itu berlalu langsung maen lagi, sangat seru sekalih dan mungkin takan
kami temukan lagi masa-masa kecil dulu pada anak sekarang, setelah kelelahan
kami pun pulang dengan badan basah kuyup lemas lunglai berjalanpun sambil
mengigil kedinginan, kegiatan bermain ini bukan sekali dua kali tapi hampir
setiap hari pada musim hujan tiba, seru rasanya.
Sampailah
dirumah mandi rasanya segar sekali sampai tubuh ini terus mengiggil dan duduk
di depan perapian menunggu ibu memasak, saat itu masih memakai kayu bakar yang
saya kumpulkan dari hasil pencarianku disaat waktu sengang, dan ibuku memilah
yang basah dan yang kering, kayu itu lah yang nantinya buat masak sehari-hari,
saat-saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Langsung aku ketiduran
di atas tikar depan tungku perapian sampai pulas, harum aroma masakan ema sangat
mengoda hingga perut rasanya melilit lapar, selesai memasak ema membangunkan
ku, kami makan bersama-sama.
Sampai
saat sekarang aroma masakan emaku takan kulupakan haaa… luar biasa, rasa
laparku terbayar sudah makan dengan lahap, menu sederhana Sayur asam, sambal,
ikan asin layur, nasi liwet, nikmat banget.



















