Tuesday, 23 June 2015

Manfaat Daun sirsak Obat Kandungan


http://tioa55.blogspot.co.id/
Pohon Sirsak

Daun sirsak baru-baru ini santer di beritakan di media dan di masyarakat umum dari manfaat dan sebagai obat herbal, daun sirsak memiliki man faat yang luar biasa, selain buahnya yang enak asem-asem segar apalagi di jadikan jus, rasanya mantap. Buah sirsak banyak dijumpai di lingkungan tempat tinggal kita dan dapat tumbuh dimanapun dipekarangan di lahan lahan sekitar rumah.

Monday, 8 June 2015

Monday, 17 March 2014

Kolam Kecil Teras di Rumah

TAMAN KECIL DEPAN RUMAH menjadi pelengkap dan suasana yang berbeda bagi pemilik rumah tinggal sederhana, dan mejadi keharusan memiliki taman, walau pun berukuran sangat kecil tetapi akan menjadi berkesan sangat nyaman serta menyaring udara yang berterbangan bersama debu jalan, menjadi serapan air tanah, menjadi peyejuk dan penghasil oksigen bagi penghuninya, manfaat lebih yang bisa kita rasakan bila adanya taman di setiap halamn rumah.

http://tioa55.blogspot.co.id
Taman Kecil Kolam Ikan
Taman teras rumah dibuat senyaman mungkin, dengan tanaman yang apa adanya dan kolam dengan bentuk sebisanya yang penting nyaman buat penghuninya.

Kolam Kecil dan Ikan keci, pagi itu sarapan ditemani penghuni kolam depan rumah, bareng ikan kesayangan setelah tiga burung kesayangan kenyang, dengan jangkrik dan serangga kesukaan, waktu takterasa matahari mulai menempel di dedaunan pohon cemara, merata siang, motor ku cukup panas setelah kunyalakan beberapa menit  siap diajak lari kenceng, bersama senyum manis ke 3 bidadari ku tulus membawa aku semangat di perjalanan menuju Babakan sari 71. Kiara Condong.

Kolam kecil yang kubuat 3 bulan lalu jadi persingahan melepas lelah dari penatnya kota Bandung yang kian hari kian padat, semua cela padat kendaraan, kolam kecil dengan ikan kecil rasanya nyaman duduk di sebelah kolam, disaat malam larut tiba dan mata tak mau berkompromi dengan malam, istirahat yang ku harapkan tak kunjung mendekat. 

Kolam kecil teman setiaku tempat dimana hati dan fikiran berdialog, menatap ikan koi kecil mengalihkan kesunyian malam menjadi terjaga, tenang  malam menjelang larut pikiran berkelana tak bertepi habis tanpa solusi, melepas kaku dihati.

http://tioa55.blogspot.co.id
Taman dan Kolam Ikan Kecil

Kucoba alihkan meninggalkan kolam dan keluar rumah berharap mata ini mau diajak lelap bersama istirahatku, malam itu masih juga belum ngantuk, angin terhenti di malam itu sepi sambil melangkah menuju sesuatu yang sering ku lakukan tiap malam. 

Kucoba berkeliling, rumah-rumah di lingkunganku tertidur dingin, Kompleks terpencil disisi citarum. Aku lama di sini rasanya betah banyak sahabat yang selalu menghibur saat BTN nagih setoran bulanan. Hehehe .... Ku cek lagi portal-portal di setiap pintu masuk Kompleks memastikan terkunci berharap malam ini aman. 

Tiba-tiba ayam berkokok, aku panik akan esok di tempat kerja, esok pagi dipastikan kantuk berat, bergegas pulang subuhpun tiba.
Lama kulalui di kolam kecil dimalam itu, inspirasi, keinginan seringkali kutemukan di sini, harapan tempat berpikir dan merenung, taman kecil yang tidak terlalu bagus tapi nyaman. Aku senang apa yang aku dapatkan selama ini puji syukur dan rasa terimakasih besar selalu aku panjatkan ke pada Allah SWT. 

Bandung, 2014

Wednesday, 19 February 2014

Mancing di Sungai Kecil


https://tioa55.blogspot.co.id
Ikan Bakar

MANCING MANIA, pagi hari sahabatku menelepon menggabarkan bahwa pagi ini cuaca cukup cerah dia mengajaku untuk bergabung sore nanti mancing ikan di ploen (sungai kecil). Ingatan ku kembali ke masa silam dimana keseharian ku di kampung sangatlah mengasyikan, ingatan yang sekian lama terlupakan akan keindahan kampung halaman, ikan bakar dan belut bakar adalah santapan ku di saat itu. Rasa kangenku semakin menjadi  rasanya ingin pulang tapi kerjaanku masih banyak aku berpikir mungkin suatu saat aku akan ambil cuti dan waktunya cukup untuk istirahat.

Mancing bersama sahabatku di ploen dan sesekali menyambangi sawah yang terkena banjir saat luapan air hujan di sungai, lumpur dan tanah liat adalah sahabat setia dikala bermain disawah, orang tuaku tidak punya sawah tapi saya bahagia bermain disawah bersama teman sebayaku. 
Usai musim hujan ini adalah waktunya mencari jangkrik untuk menjadi mainan faforitku dirumah disaat malam hari teman dalam sunyi angin yang menerpa rimbunnya rumpun bamboo depan rumah dan alunan suara jakrik yang menderik cukup buatku teman setia kala tidur diatas sehelai tikar, cukup bagi ku kala itu waktu kecil.

Ikan lele, belut dan ikan kali lainya yang terkadang melimpah dikala air di ploen itu surut, pancing beserta umpan cacing dan kaleng bekas cat tembok untuk wadah ikan, sambil berjalan bersama teman-teman bersenda gurao menyusuri plowen kecil dengan seksama menggamati pingiran ploen yang airnya menyusut saat-saat itulah pengamatan yang sangat serius berharap ada lubang atau liang belut yang nampak dalam lumpur dan andai menemukannya rasa bahagia berharap ada sesuatu didalamnya yang pasti belut besar yang menghuninya.

Matahari mulai pulang kebarat tengelam dengan pelan seakan engan untuk berpisah, saya rasa kaleng  menjadi berat, saya rasa ini sudah cukup belut yang kita dapat. Kita bergegas untuk menyudahi petualangan ini dan sambil menungu sore kami bersama mengumpulkan ranting kering dan kayu bakar untuk membuat perapian acara bakar belut segera di mulai, ternyata bukan hanya belut teman ku yang lain mendapatkan ikan lele dan ikan-ikan kali yang lainnya. Pastinya jadi sangat seru karena hasil mancing saat itu cukup untuk mengisi perut  kita semua.

Saat yang sangat indah, bahagia dan damai bersama teman-teman di sekeliling seakan engan untuk mengakhiri waktu itu, bercanda dan bersendagurau sambil menikmati belut dan lele bakar hu yummy rasanya saat itu nikmat banget. Waktu berlalu kita akhirnya di usir oleh kegelapan petang datang saat magribpun tiba. 



https://tioa55.blogspot.co.id
 Ikan Betik/ betok

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id
 Ikan wader

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id

https://tioa55.blogspot.co.id


Sumber foto
http://baledu.blogspot.com
http://menotimika.com
http://renjersungai.blogspot.com
http://www.sungaikuantan.com
http://arjunapopkorn.blogspot.com
http://novenrique.blogspot.com
http://kolambuatan.blogspot.com
http://wisata.kompasiana.com

Sunday, 15 December 2013

Musim Hujan Telah Tiba

http://tioa55.blogspot.co.id/
Setiap saat teringat masa silam di waktu kecil tak luput dari ingatan, setiap sudut desaku petunjungan brebes rasanya sudah lama sekali aku takpernah pulang, ingat sahabat-sahabat, ingat sama lingkungan yang senantiasa mengisi waktu kecilku bermain di sawah, ladang, sungai dimana mandi setiap habis bermain di siang hari untuk mnyejukan badan dari sengatan matahari yang terik, kebun bambu dimana aku sering sekali mencari kayu bakar dari ranting ranting kering naik sampai ujung pohon, dari bambu satu kebambu yang lain, dari satu rumpun besar itu sambil bercengrama riang.


Terkadang menemui ular yang sedang tidur di atas pohon bambu, ular koros di desaku nama ular yang suka naik pohon ular tersebut tidak berbahaya tapi tentu saja menakutkan, terkadang dikala musim tanam padi tiba sungai kecil sebagai sasaran hiburan sore hari, mancing belut istilahnya ngurek di daerah pasundan mah, sangat mengasikkan sampai lupa waktu, hari menjelang gelap kami masih asyik di pingir sungai, sambil mengumpulkan ranting kayu kering untuk membakar belut yang kami dapatkan dari memancing tadi.


Sasak istilah di desaku tempat paling indah saat itu, diman aku bermain pada siang hari sampai sore hari, setelah pulang sekolah, apalagi dahulu masih ada kereta uap penarik tebu dari hasil panen untuk di olah menjadi gula saat itu pabrik gula PG Banjaratma masih ada. Saat itu suasana di sawah ramai, hingga malam hari walau gelap gulita tapi tetap asyik. Makan tebu sepuasnya, sasak itu sebagai ajang rekreasi desa masyarakat sekitar saat itu. Teman sebaya kami cukup banyak, sehingga sangat seru apa bila kami berkumpul dan madi disungai hingga bisa berjam-jam, sampai lupa waktu.


Andai musim kemarau tiba itulah saatnya di desaku semua menanam bawang, bawang merah disinilah tempatnya, petani cenderung menanam bawang hampir semua bidang persawahan di penjuru pertanian di Brebes adalah pertanian bawang merah.


Dari masa tanam hingga panen butuh 60 hari, bawang merah dapat di panen, saat itu juga pada malam harinya sawah diramaikan para penunggu hasil panennya, agat tidak di curi orang, sekalian penjemuran, sampai kering dan batas waktu yang telah di tentukan, barulah bawang itu dapat di bawa pulang atau di jual kepara tengkulak, karena bawang kering dengan basah sehabis dipanen itu sanggat menentukan harga Jual, dan seandainya di bawa kerumah biasanya untuk bibit sandiri atau dijual, sedangkan bawang bibit harganya jauh lebih tinggi.


http://tioa55.blogspot.co.id/
Panen Bawang Merah



Saat kemarau berakhir, musim hujan saat itu musim yang sangat sulit buat kami karena bermain sangatlah terbatas, tidak sebebas musim kemarau, musim hujan sungai besar dan kecil penuh dengan air hujan setelah sebulan berlalu , saatnya memancing ikan setelah pulang sekolah, sekolah ku cukup jauh kurang lebih tiga kilometer perjalanan ke desa sebelah di mana  sekolah SD Banjaratma 1 Kabupaten Brebes itu aku belajar.



Tidur siang bagi ku sangat lah rugi saat masa kecilku dulu, sawah dan ladang, sungai adalah sahabatku jadi hampir setiap hari kami bermaen, mandi disungai yang airnya penuh, setelah puas disungai kami bergegas pergi ke lapangan sepak bola walau saat itu badan kami basah kuyup diguyur air hujan yang turun deras saat itu, sesampainya dilapang ternyata kami tidak sendiri sudah banyak teman-teman yang lain menungu dari berbagai blok desa, karena satu desa hanya punya satu lapangan sepak bola, dan sangat luas kami bersatu membentuk kelompok time dan kami bermain, walau pada saat itu hujan sangat deras lama sekali dan hujan pun takunjung reda, kami tidak pedulikan hujan dan tubuh ini semakin mengigil.


Suara petir sangan keras mengelegar saling bersautan, kami hanya menganggap sebagai hiburan biasa, sesekali petir itu muncul kami hanya tiarap, semua dan setelah petir itu berlalu langsung maen lagi, sangat seru sekalih dan mungkin takan kami temukan lagi masa-masa kecil dulu pada anak sekarang, setelah kelelahan kami pun pulang dengan badan basah kuyup lemas lunglai berjalanpun sambil mengigil kedinginan, kegiatan bermain ini bukan sekali dua kali tapi hampir setiap hari pada musim hujan tiba, seru rasanya.


Sampailah dirumah mandi rasanya segar sekali sampai tubuh ini terus mengiggil dan duduk di depan perapian menunggu ibu memasak, saat itu masih memakai kayu bakar yang saya kumpulkan dari hasil pencarianku disaat waktu sengang, dan ibuku memilah yang basah dan yang kering, kayu itu lah yang nantinya buat masak sehari-hari, saat-saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Langsung aku ketiduran di atas tikar depan tungku perapian sampai pulas, harum aroma masakan ema sangat mengoda hingga perut rasanya melilit lapar, selesai memasak ema membangunkan ku, kami makan bersama-sama.


Sampai saat sekarang aroma masakan emaku takan kulupakan haaa… luar biasa, rasa laparku terbayar sudah makan dengan lahap, menu sederhana Sayur asam, sambal, ikan asin layur, nasi liwet, nikmat banget.

Popular Posts

Recent Posts

Sample Text